Tajuk Karangan

Makanan dan MinumanHukum Islam Tentang Makanan - MinumanDunia di era globalisasi memang serba memusingkan. Mau ini salah, mau itu juga salah. Karena kita telah mengenal segala sesuatu dengan cara pintas dan tidak baik. Banyak terjadi kemungkaran di mana-mana. Termasuk makanan dan minuman yang haram.....

Readmore

Larangan Sombong Dalam IslamLarangan Sombong Dalam IslamSuatu hari mungkin kita menemui suatu kemudahan dalam urusan kita. Orang lain bertanya kepada kita bagaimana cara anda menyelesaikan persoalan tersebut....

Readmore

Bencana Akibat Kemaksiatan - Sistem Yang BatilBencana Akibat Kemaksiatan - Sistem Yang BatilSungguh amat pilu negeri pertiwi kita. Bencana kembali melanda Indonesia, ini sejarah mencatat 3 bencana besar datang hampir bersamaan. Mulai dari bencana di Wasior, Papua,.....

Readmore

Kaum Terdahulu Yang DimusnahkanKaum Terdahulu Yang Dimusnahkan Sebenarnya, dari dulu telah terjadi kerusakan moral dan etika yang dikenal dengan zaman jahiliyah (kebodohan). Mereka adalah kaum yang dilaknat oleh Allah SWT dan diabadikan di dalam Al Quran...

Readmore

Kembali ke Al Quran - Hadis, Tegakkan Syariah IslamKembali ke Al Quran - Hadis, Tegakkan Syariah IslamDilema masyarakat kita tentang kebenaran suatu perkara atau hal yang sangat pelik sekali pun menjadi sesuatu yang tidak dapat ditentang. Sudah merupakan tuntutan jaman yang serba ingin cepat dan instan, membuat segalanya jadi kabur....

Readmore

Patuh Hukum Islam

Bersumber dari quran dan hadis. Bangun generasi intelek muslim

Al Bayan :
Dan jika kamu (tetap) dalam keraguan tentang Al Quran yang Kami wahyukan kepada hamba Kami (Muhammad), buatlah satu surat (saja) yang semisal Al Quran itu dan ajaklah penolong-penolongmu selain Allah, jika kamu orang-orang yang benar.
QS. Al Baqarah {2}:23


Minggu, 12 Februari 2012

Comments Percintaan Remaja, Valentine Days : Syirik & Zina


Valentine’s Day memang tengah menjadi virus mengerikan yang menjangkiti remaja Indonesia. Bukan karena tujuan perayaan ini yang berkaitan dengan pengungkapan rasa kasih sayang ataupun suatu ritual keagamaan. Tapi lebih kepada kebiasaan-kebiasaan buruk seperti free sex, pesta alkohol, narkoba, pemborosan dan kemudharatan lainnya. Maklum saja, kebiasaan tersebut memang lumrah dilakukan oleh remaja-remaja Amerika Serikat dan beberapa negara Barat. Mereka menganggap kencan di hari Valentine merupakan permulaan dari suatu hubungan yang serius. Dengan pesta mewah yang dilengkapi minuman beralkohol, setiap pasangan diberikan kebebasan melakukan apapun sepanjang malam yang kemudian diakhiri perzinaan. Ironisnya, budaya ini juga ditiru sebagian remaja Indonesia. Entah berapa kegadisan yang terenggut pada malam itu. Akhirnya, semangat kasih sayang dan ritual keagamaan yang sakral, ternodai dengan perilaku amoral tersebut.

Terlepas berbagai keriuhannya, tahukah Mereka, pecinta hari Valentine, terhadap sejarah Pinky Day itu? Coba tanyakan kepada anak, adik, kakak ataupun sahabat Anda tentang arti Valentine’s Day. Hampir dipastikan, sebagian besar remaja Indonesia mengartikannya dengan tidak tepat. Kebanyakan mengartikannya sebagai hari kasih sayang. Benarkah? Bagaimana pula dengan asal mula munculnya hari valentine?

Valentine’s Day Dalam Sejarah
Sebenarnya ada banyak versi yang tersebar berkenaan dengan asal-usul dari Valentine’s Day. Bahkan hingga kini, kontroversi ini terus berlanjut dan belum menemui titik terang. Akhirnya, kebanyakan remaja, terjebak kepada suatu perayaan yang bisa dikatakan sebagai khayalan, karena masih kontroversi hingga belum dianggap ilmiah.

Dalam The World Book Encyclopedia (1998) yang meyakini perayaan ini berawal dari perayaan Lupercalia di zaman Romawi kuno. Lupercalia sendiri merupakan upacara pensucian di zaman itu yang dilaksanakan pada tanggal 13-18 februari. Pada hari itu, upacara pensucian dipersembahkan untuk dewi cinta (queen of feverish love), Juno Februata. Di hari tersebut, para pemuda mengundi nama–nama gadis di dalam kotak yang kemudian para pemuda mengambilnya secara acak. Gadis yang terpilih, harus menjadi pasangan pemuda tersebut selama setahun untuk bersenang-senang mengunjungi tempat wisata.

Selanjutnya pada tanggal 15 Februari, seluruh pasangan menggelar upacara meminta perlindungan dewa Lupercalia dari gangguan serigala. Selama upacara berlangsung, kaum muda melecut para gadis dengan kulit binatang dengan harapan lecutan itu akan membuat mereka menjadi lebih subur.

Buku yang ditulis berdasarkan beberapa sumber sejarah ini kemudian mencatat bahwa agama Kristen Katolik yang masuk ke Roma saat itu, mengadopsi dan memberikan nuansa kristiani di dalamnya. Salah satunya antara lain mengganti nama para pemuda/pemudi dengan Paus/Pastor. Bahkan, pada 496 M Paus Gelasius I, menjadikan upacara Romawi Kuno ini menjadi Hari Perayaan Gereja dengan nama Saint Valentine’s Day untuk menghormati St. Valentine yang kebetulan mati pada 14 Februari. Siapa St Valentine itu? The Catholic Encyclopedia Vol. XV sub judul St. Valentine menuliskan ada tiga nama Valentine yang mati pada 14 Februari dan seorang di antaranya dilukiskan sebagai yang mati pada masa Romawi. Namun sayangnya, tidak pernah ada penjelasan yang menyebutkan dengan jelas St. Valentine yang dimaksud. Bahkan kisahnya tidak pernah diketahui ujung-pangkalnya karena tiap sumber mengisahkan cerita yang berbeda.

Menurut versi pertama, Kaisar Claudius II memerintahkan menangkap dan memenjarakan St. Valentine karena menyatakan tuhannya adalah Isa Al-Masih dan menolak menyembah tuhan-tuhan orang Romawi. Akhirnya, nyawanya meregang di tiang gantungan. Versi lain menceritakan bahwa Kaisar Claudius II menganggap tentara muda bujangan, lebih tabah dan kuat dalam medan peperangan dibandingkan orang yang telah menikah. Kaisar lalu membuat kebijakan melarang para pemuda untuk menikah. Namun, St. Valentine melanggarnya dan diam-diam menikahkan banyak pemuda sehingga kemudian ditangkap dan dihukum gantung pada 14 Februari 269 M. Hingga saat ini, ’tokoh kasih-sayang’ tersebut masih abu-abu identitasnya.

Perayaan Budaya Syirik
Ken Swiger dalam artikelnya “Should Biblical Christians Observe It?” mengatakan, “Kata “Valentine” berasal dari bahasa Latin yang berarti, “Yang Maha Perkasa, Yang Maha Kuat dan Maha Kuasa”. Kata ini ditunjukan kepada Nimroe dan Lupercus, tuhan orang Romawi”.

Disadari atau tidak ketika kita meminta orang menjadi “to be my Valentine”, berarti sama dengan kita meminta orang menjadi “Sang Maha Kuasa”. Jelas perbuatan ini merupakan kesyirikan yang besar, menyamakan makhluk dengan Sang Khalik, menghidupkan budaya pemujaan kepada berhala. Icon si “Cupid ” itu adalah putra Nimrod “the hunter” dewa matahari.

Disebut tuhan cinta, karena ia rupawan sehingga diburu wanita bahkan ia pun berzina dengan ibunya sendiri. Islam mengharamkan segala hal yang berbau syirik, seperti kepercayaan adanya dewa dan dewi. Dewa cinta yang sering disebut-sebut sebagai dewa Amor, adalah cerminan aqidah syirik yang di dalam Islam harus ditinggalkan jauh-jauh. Padahal atribut dan aksesoris hari valentine sulit dilepaskan dari urusan dewa cinta ini.

Walhasil, semangat Valentine ini tidak lain adalah semangat yang bertabur dengan simbol-simbol syirik yang hanya akan membawa pelakunya masuk neraka. Tak ada alasan bagi kita walaupun dengan alasan Valentine Islami, yang jelas merupakan pemikiran tak logis liberal. Masihkah Anda ingin merayakannya, wahai orang-orang yang berfikir?? Naudzu billahi min zalik.

Wallahu a'lam bish shawab.***
Read More...

Kamis, 02 Februari 2012

Comments Persembahan Cinta Terbaik Hamba Shalih


Cinta menempati tempat tertinggi pada hati manusia. Jatuh cinta, adalah fitrah manusia yang tak akan bisa dihindari. Setiap orang pasti pernah merasakannya. Banyak hal yang ditimbulkan karena jatuh cinta. Jatuh cinta menurut Salim A Fillah, “Suatu hal yang lumrah, sesungguhnya kita sedang mengecek tanahnya layak atau tidak, untuk membangun sebuah pondasi lalu akan kita kokohkan dengan didirikannya sebuah bangunan di dalamnya (bangun cinta)”. Jika tanahnya tidak memenuhi syarat jangan dirikan sebuah pondasi apalagi bangunan di dalamnya.

Pilar Cinta
Ada 4 pilar dalam membangun cinta. Agar cinta kita layak ditumbuhkan agar cinta kita tidak menuai bencana bagi kita ataupun orang lain. Agar cinta kita berbuah manis.
1.Visi dalam membangun cinta

- Cinta harus memiliki visi. Cinta harus memiliki tujuan. Cinta bukanlah sebuah penderitaan yang tak pernah berakhir. Kita harus menghijrahkan cinta agar penderitaan itu berakhir. Untuk itulah visi dalam membangun cinta harus kita bangun.

- Seperti cintanya seorang wanita yang sangat mulia, yang diuji dengan seorang suami yang sangat sewenang-wenang dan memaksa istrinya untuk keluar dari agama Islam. Dipaksa untuk menarik kembali kata-katanya ketika dia meyakini bahwasanya dia beriman kepada Allah SWT. Pada akhirnya wanita mulia ini digantung oleh suaminya sendiri demi mempertahankan keislamannya. Namun wanita mulia ini tersenyum. Karena pada detik-detik terakhir, malaikat Jibril memperlihatkan bayangan yang indah untuknya sebuah rumah di syurga yang terbuat dari mutiara-mutiara indah yang khusus dipersembahkan untuknya. Asiyah binti Muzahim suami Firaun adalah wanita mulia itu. Asiyah memohon pada Allah. “Ya Allah, bangunkanlah sebuah rumah untukku di Syurga, karena aku tak bisa membangun cinta di dunia dikarenakan suamiku”.

Buatlah visi Anda dalam membangun cinta “Aku mencintaimu karena Allah, dengan cara yang diridhai ALLAH, dalam rangka menuju ridha Allah”
2. Emosi dalam membangun cinta

Setelah membangun visi dalam cinta. Yang harus dilakukan berikutnya adalah bagaimana mengelola emosi dalam cinta. Emosi adalah hal yang sulit dipisahkan dari cinta. Banyak yang bilang bahwasanya cemburu adalah tanda cinta. Bahkan perasaan benci pun menjadi pertanda cinta kepada seseorang.

“Jika Anda mencintai sesuatu, cintailah ia seperlunya saja, jika Anda membenci sesuatu bencilah seperlunya saja. Bisa jadi hal yang Anda benci akan Anda cintai suatu hari ataupun sebaliknya. Seorang mukmin yang sedang jatuh cinta akan menghasilkan 2 macam energi yakni energi positif dan energi negatif. Semuanya tergantung kita mau mengelola energi itu ke arah yang baik atau buruk. Jangan terjebak cinta lokasi, dunia ini begitu luas, yang terpenting tingkatkan kualitas diri untuk mendapat yang sesuai dengan kita. Seperti kisah ALI bin Abi Thalib yang mencintai Fatimah dalam diam. Cinta yang tersembunyi di dalam hati. Cinta yang menurutnya tak mungkin untuk terwujud mengingat Ali adalah sahabat yang paling kurang dari finansial dibanding sahabat yang lain. Namun Fatimah ternyata memilih Ali dibanding sahabat rasul yang lain.

3. Spiritual /nurani dalam membangun cinta

Cinta tidak harus memiliki. Jika kita saat ini berada di sekitar orang-orang yang kita cintai sesungguhnya itu bukanlah kepemilikan kita, itu semua hanya amanah yang datangnya dari ALLAH SWT. Kita hanya diuji untuk memberikan cinta yang tulus dan terbaik untuk orang di sekitar kita. Seperti kisah seorang Salman Al-Farisi yang minta tolong pada Abu Darda untuk mengkhitbah wanita madinah. Namun wanita tersebut menyukai Abu Darda dibanding dengan Salman itu sendiri. Namun, Salman tidak pernah kecewa, Salman malah mendukung Abu Darda dengan memberikannya mahar yang telah disiapkannya untuk pernikahannya dengan wanita tersebut.

Itulah Nurani, yang melihat segala macam keadaan dengan tenang dan tidak mengedepankan nafsu bahkan emosi.

4. Disiplin dalam membangun cinta

“Disiplin dalam cinta adalah ketaatan yang terjaga. Menyingkirkan semua ego ketika ALLAH dan Rasul-Nya menurunkan titahnya. Seperti luluhnya sifat keras Umar tatkala perjanjian hudiabiyah,patuhnya Hudzaifah menyelusup ke kawanan Quraisy di tengah malam yang dingin.” (Jalan Cinta Para Pejuang, Salim)

Bangun cinta berarti kita telah siap mengelola rasa jatuh cinta untuk dikelola dengan baik menuju ridha Allah SWT. Cinta yang tertinggi kepada Sang Pemberi Cinta yakni Allah SWT. Cinta kepada Allah yang membuat kita menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Cinta kepada Rasulullah yang membuat kita menjalankan sunnah-sunnahnya. Dan cinta kepada keluarga yang membuat kita terus ingin membuat mereka bangga. Banyak hal yang dapat diubah oleh cinta. Maka belajarlah menghargai cinta yang telah Allah berikan kepada kita sesuai tempatnya.

Wallahu a'lam bish shawab.***

Read More...

Kamis, 01 Desember 2011

Comments Urgensi Dakwah Mahasiswa Demi Tegaknya Syariat Islam


Masyarakat Indonesia pasti tidak asing lagi dengan pemberitaan Negara Islam Indonesia (NII). NII sangat ramai dibicarakan dari mulut ke mulut, ditambah lagi pemberitaan dari media massa, baik media cetak maupun elektronik. Membuat masyarakat semakin akrab dengan isu NII. Setelah terungkap maraknya orang hilang,atau keluarga yang melaporkan kehilangan anggota keluarganya. Ditambah pengakuan mereka yang pernah bergabung dengan gerakan ini. Isu ini mengarah kepada NII Komandemen Wilayah 9(NII KW 9). Selengkapnya akan dibahas dalam kajian berikut.

Sejarah NII KW 09
Sesungguhnya, permasalahan gerakan NII ini bukanlah hal baru. NII sudah ada sejak beberapa puluh tahun lalu. NII dikenalkan pada 7 Agustus 1949 oleh Sekarmadji Maridjan Kartosoewirjo. Ketika Soekarno-Hatta memproklamirkan kemerdekaan Indonesia, sebenarnya Kartosoewirjo sudah terlebih dahulu memproklamirkan kemerdekaan sebuah negara Islam. Namun atas pertimbangan kebangsaan dan kesatuan ia mencabut kembali proklamasi tersebut dan bersedia turut menegakkan Republik Indonesia dengan syarat umat Islam Indonesia diberi kesempatan untuk menjalankan syariat Islam. Hal ini sebagaimana tercantum dalam sila pertama Piagam Jakarta yang kemudian dihapus sehingga hanya menyisakan kalimat “Ketuhanan yang Maha Esa” saja.

Penghapusan tujuh kata dalam Piagam Jakarta tersebut merupakan awal retaknya hubungan Kartosoewirjo dan Soekarno, teman seperguruannya semasa masih dididik oleh HOS Tjokroaminoto. Keduanya memang menunjukkan sikap dan prinsip politik berbeda. Kartosoewirjo adalah seorang muslim taat yang mencita-citakan berdirinya negara berdasarkan syariat Islam, sedangkan Soekarno nasionalis sekuler yang lebih mementingkan persatuan dan kesatuan Indonesia dengan Pancasila-nya. Hal ini membuat Kartosoewirjo selalu berseberangan dengan pemerintah RI. Ia bahkan menolak jabatan menteri yang ditawarkan Perdana Menteri Amir Sjarifuddin.

Ketika wilayah Republik Indonesia hanya tinggal Yogyakarta dan beberapa karesidenan di Jawa Tengah sebagai hasil kesepakatan dalam Perjanjian Renville, Kartosoewirjo melihat peluang untuk mendirikan negara Islam yang dicita-citakannya. Maka iapun memprokamasikan Negara Islam Indonesia (NII) di Malangbong, Tasikmalaya, Jawa Barat, pada 7 Agustus 1949. 27 Desember 1949 pemerintahan Republik Indonesia Serikat (RIS) dibentuk sebagai hasil dari Konferensi Meja Bundar (KMB) di Den Haag, Belanda. Dalam negara federasi yang diakui kedaulatannya oleh Kerajaan Belanda itu, Republik Indonesia di Yogyakarta merupakan salah satu dari 16 negara federal anggota RIS. Soekarno terpilih sebagai presiden RIS, sedangkan jabatan presiden RI diserahkan pada Mr. Asa’at. Terbentuknya RIS secara otomatis membenturkan NII dengan RIS karena Negara Pasundan bentukan Belanda yang menguasai wilayah Jawa Barat merupakan anggota federasi RIS. Konfrontasi memperebutkan Jawa Baratpun meletus. RIS merasa berhak atas Jawa Barat berdasarkan hasil KMB, sedangkan NII bersikeras mereka lebih berhak karena telah lebih dulu memproklamasikan diri sebelum dibentuknya Negara Pasundan dan RIS.

Perang NII-RIS berlangsung selama 13 tahun. Dalam masa 13 tahun itu RIS berubah bentuk menjadi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan Negara Pasundan menjadi provinsi Jawa Barat. Hal ini membuat NII semakin terpojok karena dengan bentuk baru RIS tersebut NII seperti negara dalam negara. Pada akhirnya tentara NKRI berhasil menghabisi perlawanan NII, ditandai dengan tertangkapnya SM Kartosoewirjo selaku Imam Besar (presiden) NII di wilayah Gunung Geber pada 4 Juni 1962. Mahkamah militer menyatakan Kartosoewirjo bersalah dan menjatuhkan hukuman mati. Mantan aktivis, jurnalis, sekaligus ulama kharismatik itupun menghembuskan napas terakhirnya di depan regu tembak NKRI pada September 1962.

Dalam riset MUI (2002) terungkap,menurut Raden Abdul fata Wirangganapati,mantan Kuasa Usaha Komandemen Tertinggi Angkatan Perang NII yang bertugas memilih dan mengangkat panglima komandemen wilayah, sejak juli 1962 secara organisasi NII sudah bubar. Sehingga keberadaan NII saat ini sangat didominasi oleh ide-ide yang sesat dan menyesatkan karena ide-ide yang diemban oleh kartosoewiryo terdahulu sudah tidak murni lagi.

MUI pun mendapat pengakuan dari mantan kepala Badan Koordinasi Intelijen Nasional (Bakin, sekarang Badan Intelijen Nasional/BIN) bahwa badan intelijen negara era Soeharto telah melakukan Operasi Khusus (Opsus) untuk pembusukan NII dengan membuat NII KW9 yang menyimpang jauh dari NII asli. Hal itu diungkap Wakil Sekretaris Komisi Fatwa MUI Pusat H Aminuddin Yaqub dalam acara talkshow Halqah Islam dan Peradaban (HIP) ke-30, Selasa (10/5) siang di Wisma Antara, Jakarta. NII KW 9 dinilai telah menyimpang,bahkan sesat dan menyesatkan. Diantara penyimpangan (hasil penelitian MUI 2002): mobilisasi dana mengatasnamakan ajaran islam yang diselewengkan, penafsiran ayat al-Qur’an yang menyimpang,mengkafirkan orang diluar kelompoknya,juga indikasi penyimpangan paham dalam masalah zakat dank urban yang ditetapkan.

Alasan mengapa NII KW 9 sesat menurut Forum Ulama Umat Indonesia (FUUI)dalam fatwa tanggal 26/2/2002 karena NII menganggap:
1. Semua muslim diluar mereka disebut kafir dan halah darah beserta miliknya.
2. Dosa zina dan maksiat bisa ditebus dengan sejumlah uang yang ditetapkan.
3. Tidak ad kewajiban meng-qadha puasa tapi cukup dengan membayar sejumlah uang yang ditetapkan.
4. Dibenarkan menggalang dana untuk membangun sarana fisik dan operasional dengan menghalalkan dengan segala cara termasuk menipu dan mencuri.
5. Taubat hanya sah jika membayar sejumlah tertentu”shadaqah istighfar”.
6. Ayah kandung yang belum masuk kelompok mereka tidak sah menjadi wali nikah.
7. Tidak wajib berhaji kecuali telah jadi mas’ul. Bahkan dikatakan berhaji cukup ke ibu kotanya yaitu MAZ 9.
8 Qonun Asasi (aturan dasar) gerakan dianggap lebih tinggi dari kitabullah,bahkan tidak berdosa dengan menginjak-injak mushaf al-Qur’an.
9 Apa yang mereka sebut shalat aktivitas yaitu melaksanakan program gerakan dianggap lebih utama dari shalat fardhu.

Hal di atas juga di ungkapkan oleh media massa, isu yang juga sering terdengar bahwa NII KW 9 pada umumnya dikaitkan dengan aktivitas cuci otak, aksi penipuan, pemerasan, hipnotis, juga kasus orang hilang, termasuk banyak diantaranya mahasiswa. Mahasiswa merupakan target rekrutmen terbesar untuk penambahan anggota NII.
Kenapa mahasiswa??
Pola pikir mahasiswa yang masih labil dan baru menjalani proses pencarian jati diri pada masa kuliah, membuat mahasiswa menjadi sasaran empuk bagi gerakan Negara Islam Indonesia (NII) untuk merekrut pengikut atau anggota baru. Korban perekrutan NII dari insan pendidikan, khususnya mahasiswa terus bertambah. Kaum muda intelek yang masih dalam proses pembentukan karakter dan kematangan pribadi, ruang-ruang publik di kampus yang sangat terbuka, serta tidak bekerjanya saluran yang dapat menampung kreatifitas dan idealisme mahasiswa merupakan faktor utama gerakan NII tumbuh subur dikalangan mahasiswa.

Direktur Direktorat Kemahasiswaan UPI Cecep Darmawan menuturkan “mahasiswa memang menjadi salah satu target dalam pergerakan NII karena merupakan kelompok yang rentan. Mahasiswa merupakan kelompok yang masih mencari jati diri dan rawan terhadap ajakan-ajakan kelompok radikal. "Modus menyusup melalui kelompok pengajian yang disalahgunakan, sangat tertutup, dan sangat eksklusif dan terbagi dalam kelompok kecil. Biasanya yang menjadi korban adalah mahasiswa yang pengetahuan agamanya dangkal," ujarnya.

Mengapa mahasiswa yang katanya agent of change (agen perubahan) bisa menjadi target rekrutmen NII?, yang telah jelas NII itu sesat menyesatkan, tidak membawa arus kebangkitan pada umat.

Inilah fakta yang harus kita nikmati saat ini, kini mayoritas mahasiswa tidak lagi pantas disebut sebagai agent of change. Kenapa? Karena mahasiswa saat ini tidak lagi memiliki tujuan sbagai arus perubahan. Mahasiswa saat ini telah dicekokki pemikiran-pemikiran asing yang membuat mereka terbuai dan menikmati kehidupan mereka yang hedonis, sekuler, liberal, dan individualis yang hanya memikirkan masalah pribadi mereka. Sama sekali tidak memikirkan kondisi umat yang sedang sakit saat ini.

Mahasiswa memiliki potensi yang begitu besar sebagai agent of change (agen perubahan). Mahasiswa memiliki semangat luar biasa serta kemampuan intelektual. Mahasiswa disebut juga pemuda. Dengan semangat mudanya, mahasiswa atau pemuda yang meyakini sebuah ideologi akan siap sedia dengan kewajiban dan tanggung jawab yang diberikan kepadanya. Bung Karno dalam pidatonya berkata “Berikan kepadaku 10 pemuda, maka akan aku ubah dunia.” Itulah perumpamaan 10 mahasiswa atau pemuda yang sungguh-sungguh dalam mencapai tujuannya, yaitu perubahan.

Dalam Islam, mahasiswa atau pemuda mempunyai peran yang sangat penting.Dalam sejarah kehidupan bangsa di dunia, termasuk di Indonesia, peranan mahasiswa atau pemuda sebagai agent of change sangat penting. Karena itu, optimalisasi peran dakwah yang dilakukan oleh mahasiswa atau pemuda juga sangat penting. Para mahasiswa atau pemuda adalah penggerak nyata yang mempunyai nilai idealisme dan semangat juang tinggi yang begitu cepat merespon suasana hati dan kecemasan masyarakat terhadap isu dan tragedi yang ada.

Saat ini ditambah dengan adanya kisruh isu NII membuat mahasiswa semakin enggan memikirkan umat. Karena NII yang katanya bertujuan untuk menerapkan syariat islam, mampu melakukan aksi-aksi anarkis. Umat menjadi salah faham terhadap agamanya sendiri bahkan umat menjadi takut dan enggan dengan perjuangan syariat islam.

Maka dari itu, optimalisasi peranan dakwah dan penyadaran kepada umat akan pentingnya Islam berdiri sebagai jalan kehidupan harus segera direalisasikan dan ditumbuhkan. Peranan itu ada pada gerak mahasiswa atau pemuda.

Oleh karena itu, penting bagi para mahasiswa atau pemuda mengambil peranan memimpin perubahan, tentu mengangkat perubahan secara ideologis dan total. Sebab, permasalahan terjadi bukan hanya karena para pemimpinnya yang sudah menjauh dari Islam, tetapi sistem yang menaunginya pun sudah tak layak ditempatkan dalam kehidupan bernegara. Perubahan itu tak lain dengan melakukan wacana politik, penyadaran umat dan dakwah tanpa kekerasan yang harus dilakukan oleh para mahasiswa atau pemuda. Tentu kali ini perubahan itu bukan bersifat lokal, atau dalam lingkup nasional Indonesia, tetapi perubahan yang bersifat mendunia. Perubahan itu juga harus mengambil alih perhatian dunia dengan menegakan Islam sebagai jalan hidup Rasulullah saw. dalam bingkai Khilafah.

Proses perubahan dan optimalisasi gerak dakwah para mahasiswa atau pemuda dilakukan dengan beberapa cara yaitu:

(1) Melakukan dakwah secara berjamaah; ikatan yang dibentuk adalah ikatan ideologi dan akidah, dengan menjadikan Islam sebagai satu-satunya solusi tuntas dalam permasalahan saat ini;
(2) Melakukan gerak dakwah secara massif, dengan secara konsisten mengopinikan syariah dan Khilafah meski dengan menghadapi berbagai risiko;
(3) Mendekatkan diri kepada Allah SWT, senantiasa berdoa agar kemenangan itu segera muncul;
(4) Melakukan gerakan dakwah bersama-sama masyarakat, menyadarkan mereka dan berusaha memutus mata rantai kepercayaan umat terhadap pemimpin dan sistem yang ada, dengan menggantikannya dengan Islam secara kaffah.

Banyak hukum syariah Islam yang membutuhkan institusi politik yang sekarang disebut negara. Hukum syariah Islam yang berkaitan dengan hudud seperti potong tangan bagi pencuri,rajam bagi pezina, tentu membutuhkan institusi politik atau otoritas yang legal atau negara.

Demikian juga menerapkan kebijakan mata uang yang didasarkan pada dinar dan dirham (berbasis emas dan perak), pendidikan dan kesehatan gratis, pengaturan pemilikan umum (milkiyah ‘amah) seperti barang tambang yang melimpah (emas, minyak, batu bara) harus dikelola negara , tidak boleh diberikan kepada swasta asing, dan hasilnya harus digunakan untuk kepentingan rakyat, tentu membutuhkan keberadaan negara.

Kewajiban membangun politik seperti inilah yang oleh para ulama disebut imamah atau khilafah, amirul mukminan yang makna sama. Syeikh Muhammad Abu Zahrah menjelaskan Khilafah adalah imamah al-kubra (imamah yang agung). Disebut khilafah karena yang memegang dan yang menjadi penguasa yang agung atas kaum Muslim menggantikan Nabi SAW dalam mengatur urusan mereka. Disebut imamah karena khalifah itu disebut Imam. Karena ta’at padanya adalah wajib. Karena manusia berjalan di belakang imam tersebut layaknya mereka shalat dibelakang yang menjadi imam shalat mereka. (Tarikh Al-madzahib Al-islamiyyah, juz I hal 21)

Namun mendirikan negara Islam tentu bukan dengan cara-cara yang bertentang dengan syariah Islam seperti teror bom, mengkafirkan orang tua atau pihak lain , menganggap militer dan kepolisian sebagai ancaman atau kafir , cuci otak, penipuan atau perampokan. Semua itu jelas-jelas bertentangan dengan syariah Islam.

Cara seperti itu justru memberikan gambaran negatif terhadap Islam , Kalau cara-cara seperti itu dibiarkan atau dipelihara, kita tentu wajar curiga kalau semua itu memang sengaja dan direkaya , untuk menyudutkan Islam. Tujuannya, agar umat jauh dari Syariah Islam, dan enggan memperjuangkannya.

Jadi, Perjuangan mendirikan negara Islam sesungguhnya adalah perjuangan yang mulia. Sebab negara Islam, dalam pengertian negara yang menerapkan syariah Islam secara kaffah adalah kewajiban syar’i. Tanpa ada negara yang didasarkan kepada Islam, kewajiban menerapkan seluruh syariah Islam, yang menjadi konsekuensi keimanan seorang muslim, mustahil bisa dilakukan. Dan kita sebagai mahasiswa mempunyai peran yang sangat penting dalam menegakkan khilafah.

Wallahu 'alam bish showab.***
Read More...